Messi Masih Berutang Trofi Copa America, Beda dengan Maradona

Messi Masih Berutang Trofi Copa America, Beda dengan Maradona

BELO HORIZONTE – Sihir Lionel Messi bersama dengan timnas Argentina telah tidak rasanya. Ini bukanlah bualan semata, karena untuk kesekian kalinya ia tidak berhasil bawa team Tango mengusung titel juara di Copa America.

Pada pertandingan semi final Copa America 2019 menantang Brasil di Estadio Mineirao, Rabu (3/7), Lionel Messi tidak berhasil bawa Argentina ke final selesai ditaklukkan tuan-rumah dengan score 2-0. Kekalahan ini makin perpanjang hasil minor La Pulga bersama dengan team Tango.

Semenjak mengawali kiprah bersama dengan Team Tango pada 2005, Messi tidak pernah memberi titel juara untuk Argentina. Telaknya, dalam tiga peluang tampil di final Copa America (2007, 2015, serta 2016), megabintang Barcelona itu tidak berhasil bawa Argentina juara.

Rekam jejak Messi bersama dengan Barcelona seolah tidak bermakna apa pun untuk Argentina. Selama ini, prestasi paling baik Messi hanya mengantar Argentina mendapatkan medali emas Olimpiade 2008. Ini tentu saja bertentangan dengan perolehan legenda hidup Argentina, Diego Maradona.

Maradona sampai kini dipandang seperti satu diantara pemain paling baik yang sudah pernah bermain untuk Argentina. Pengaruhnya demikian besar waktu mengantar Argentina mengusung titel juara di Piala Dunia 1986. Tetapi bagaimana dengan di persaingan beberapa negara Amerika Selatan?

Baca Juga : Dalam Sebulan, Real Madrid Bukukan Rp 1,3 Triliun dari Penjualan Pemain

Profesi Maradona bersama dengan Argentina di Copa America dapat dimisalkan seperti roller coaster. Tahun 1983, perjalanan Team Tango berhenti di set penyisihan group. Empat tahun selanjutnya (1987), Argentina sukses memuncaki group, tapi jalannya kembali berhenti di semi final selesai ditaklukkan Uruguay.

Dewa Napoli itu akhiri persaingan dengan mengumpulkan tiga gol. Pada 1989, usia Argentina di Copa America masih pendek. Dua tahun berlalu, Maradona mangkir sesudah tidak berhasil dalam tes narkoba. Menariknya, Argentina malah keluar jadi juara Copa America tanpa ada hadirnya.

Maradona baru dapat mengawinkan trofi Piala Dunia dengan Copa America pada tahun 1993. Di final Argentina sukses menaklukkan Meksiko dengan score 2-1. Bila dibanding dengan Messi, karena itu lumrah La Pulga terus memperoleh kritik tajam.

Karena, fans sepak bola di Argentina tidak perlu dengan nama besar Messi tetapi prestasi yang diukirnya bersama dengan timnas Argentina. Itu menggarisbawahi sejauh mana ia harus mengambil langkah sebelum La Pulga nikmati status yang sama di mata beberapa fans Argentina.