Performa Meningkat di Liga Primer, Modal MU Bangkit Lawan PSG

Performa Meningkat di Liga Primer, Modal MU Bangkit Lawan PSG

Agen bola online _ PARIS – Jujur, Manchester United (MU) sekarang ini sedang terbang tinggi dengan semua pencapaian yang diraih sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer. Mereka merangsek ke posisi empat besar klasemen Liga Primer dan masih melaju di Piala FA.
Di kompetisi Inggris, Solskjaer belum tersentuh kekalahan.
Baca juga : Misi MU di Parc des Princes: Bikin Gol Cepat, Jangan Kebobolan Dulu
Dari 15 pertandingan yang dijalani, mereka menghasilkan 13 menang dan dua kali imbang. Dengan rata-rata memasukkan 2,25 gol per laga dan hanya 0,75 kebobolan per pertandingan. The Red Devils pun baru saja membuat sejarah dengan mendulang delapan kemenangan pada laga tandang. MU juga menjadi peraih poin tertinggi dibandingkan tim lain sejak Solskjaer memegang kendali.

Semua catatan yang membuat pendukung MU besar kepala. Tapi, ingat, semua catatan itu terjadi di ranah kompetisi Inggris. Di Eropa lain cerita. Tiga pekan lalu, MU menelan kekalahan saat menjamu Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama babak 16 besar. Tanpa Neymar Junior, Edinson Cavani, MU tak berdaya di kaki-kaki cepat pasukan Thomas Tuchel.

Gol Presnel Kimpembe pada menit ke-53 dan Kylian Mbappe tujuh menit kemudian membuat MU untuk pertama kali menelan kekalahan dari tim Prancis di Stadion Old Trafford, selain juga menjadi noda pertama dalam karier Solskjaer bersama The Red Devils. “Kami memiliki rekor bagus di laga tandang. Jadi, jangan coret dulu dari persaingan,” kata Solskjaer, di situs resmi.

Dalam beberapa sisi, optimisme pelatih berusia 48 tahun tersebut bukan tanpa alasan. Meski tidak banyak, beberapa tim berhasil lolos dari lubang jarum setelah menelan kekalahan di leg pertama, mulai dari kekalahan agregat dua sampai empat gol, pernah terjadi dalam sejarah Liga Champions.

MU bisa mengambil inspirasi dari apa yang mereka lakukan di babak 16 besar Liga Champions 2013/2014. Saat itu, mereka tertinggal 0-2 saat bertandang ke Olympiacos, tapi kemudian bangkit dengan kemenangan tiga gol tanpa balas saat bermain di Old Trafford melalui tiga gol Robin van Persie.

Atau, melakukan apa yang dilakukan Barcelona pada musim 2016/2017. Tertinggal empat gol pada leg pertama di Stadion Parc des Princes, Blaugrana bisa membalikkan prediksi dengan kemenangan 6-1 saat bermain di Camp Nou.

“Kami lebih suka menang 4-2 dibandingkan 2-0. Jika bisa mendapatkan satu gol di babak pertama, semua kemungkinan akan terjadi. Kami akan menikmati pertandingan di sana meski sulit. Jadi, ini tantangan kepada pemain kami untuk memperlihatkan apa yang bisa mereka lakukan,” tandas Solskjaer.

Bek MU Luke Shaw mengatakan penampilan tandang yang luar biasa membuat timnya dibalut kepercayaan tinggi. The Red Devils perlu menang dua gol untuk lolos ke perempat final. “Saya tahu kami kalah 0-2. Tapi, kami sangat positif dan percaya diri di dalam tim. Kami harus melakukan sesuatu yang istimewa. Tapi, saya merasa kami mampu melakukannya. Saya benar-benar yakin bisa lolos ke babak berikutnya,” tandas Shaw.

Hanya, MU tetap harus bersiap jatuh ke bumi. Saat PSG hanya memiliki Mbappe, Ashley Young dkk sudah kedodoran, bagaimana jika Les Parisiens memiliki kemungkinan menurunkan Edinson Cavani meski belum bisa dipastikan 100% ditambah MU minus Paul Pogba di Paris.

Catatan lain, dari 22 pertandingan kandang, PSG baru sekali menelan kekalahan di semua ajang. Sementara di ajang Liga Champions, dari 18 pertandingan kandang, Les Parisiens baru mengalami dua kali kekalahan. Keduanya dari tim Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, dengan skor 1-3 dan 1-2.

Sementara menghadapi tim Inggris, baru Chelsea yang pernah memang di Stadion Parc des Princes, itu pun sudah berlangsung pada 2004. Saat itu, The Blues menang tiga gol tanpa balas. Situasi yang berbeda karena PSG sekarang jauh lebih kaya materi pemain dan dari sisi finansial, salah satunya Mbappe.

“Anak ini sangat lapar dan memiliki personalitas yang baik di usia 20 tahun. Dia pencetak gol, tapi bukan Lionel Messi. Dia mungkin bisa menjadi pencetak gol terbaik di dunia dan sekarang berada di jalur yang benar,” tandas Tuchel.

PERKIRAAN PEMAIN 

PSG (4-3-3) : Buffon (g); Kehrer, Thiago Silva, Kimpembe, Bernat; Dani Alves, Verratti, Marquinhos; Draxler, Mbappe, Di Maria

Pelatih: Thomas Tuchel

MU (4-3-3): De Gea (g); Young, Lindelöf, Smalling, Shaw; Fred, McTominay, Pereira; Dalot, Lukaku, Rashford

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer