Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Ibra Pemain Bebas Transfer Terbaik Sepanjang Masa? Ini 11 Pesaingnya

Ibra Pemain Bebas Transfer Terbaik Sepanjang Masa? Ini 11 Pesaingnya

Agen bola online _ MANCHESTER – Zlatan Ibrahimovic tiba di Manchester United (MU) pada musim panas 2016 tanpa biaya sepeserpun. Tapi hingga pertengahan kompetisi, dia sudah menyumbang 20 gol buat The Red Devils di berbagai ajang. Apakah dia kini boleh disebut sebagai pemain bebas transfer (free agent) terbaik sepanjang sejarah?
Baca juga : Mkhitaryan Kini Sangat Gembira
Perlu diketahui, belum ada lagi pemain MU yang mampu melesakkan total 20 gol dalam semusim sejak Robin van Persie pada 2013. So, layakkah Ibra yang kini berusia 35 tahun memuncaki daftar pemain bebas transfer terbaik sepanjang masa? Seperti dilaporkan The Sun, berikut 11 pesaingnya.

Roberto Baggio: Dari AC Milan ke Bologna pada 1997
Si ‘Divine Ponytail’ merupakan pemain terbaik dunia di Juventus tapi terbuang seturut kehadiran Alessandro Del Piero. Dia kemudian menetap dua tahun di San Siro bersama AC Milan, tapi tak menemui pencapaian terbaiknya lagi. Bologna pun kebagian untung pasca mendatangkannya tanpa biaya. Baggio menggelontorkan 22 gol di Serie A buat I Rossoblu, yang lantas membuatnya masuk nominasi Ballon d’Or, hingga masih dipakai tenaganya oleh Timnas Italia di usia 31 sebelum hengkang ke Inter Milan guna bermitra dengan Ronaldo.

Steve McManaman: Liverpool ke Real Madrid (1999)
Dia merupakan rekrutan terakhir Guus Hiddink di Real Madrid dan sempat diperingati oleh Raul Gonzalez bahwa dia bergabung dalam ruang ganti yang penuh bisikan, kecurangan, dan penghianatan. Tapi itu sama sekali tak berpengaruh buat McManaman yang kemudian jadi salah satu pemain impor asal Inggris terbaik di El Real. Dia membantu klub memenangkan Liga Champions dua kali dengan namanya tercantum sebagai man of the match setelah cetak gol di final pertama. Berikutnya ada dua gelar La Liga Spanyol, dan bermain bersama para legenda macam Zinedine Zidane, Luis Figo, Raul, dan Ronaldo.

Sol Campbell: Tottenham Hotspur ke Arsenal (2001)
Salah satu transfer paling kontroversial dalam sejarah sepak bola. Dia bisa memilih klub manapun di dunia saat meninggalkan White Hart Lane, tapi dia malah bergabung dengan rival London Utara. Tapi itu terbukti jadi pilihan yang bijaksana karena dia memenangkan dua gelar Liga Primer Inggris plus tiga Piala FA.

Jay-jay Okocha: Paris Saint-Germain ke Bolton Wanderers (2002)
Sebuah pemain ikonik di Liga Primer Inggris, yang skillnya mempesona sehingga meninggalkan kesan untuk diingat oleh para penggemar di seluruh dunia. Okocha bermain dengan senyum di wajahnya walau ancaman degradasi menganga buat Bolton. Tapi performa moncer membuatnya dinominasikan untuk PFA Player of the Year dan The Trotters mampu bertahan di kasta teratas pada hari terakhir musim kompetisi.

Henrik Larsson: Celtic ke Barcelona (2004)
Seorang Swedia lainnya dengan raihan gol luar biasa, yang memecahkan rekor demi rekor di Liga Primer Skotlandia. Ketika kontraknya habis, dia memutuskan pindah ke Barcelona, yang membangun diri mereka sebagai tim terbaik di planet ini. Tapi otot ligamen cruciatumnya sempat robek di awal musim. Namun pada usianya yang ke-34, Larsson kembali dan datang dari bangku cadangan di final Liga Champions buat comeback Los Blaugrana dari tertinggal 0-1 jadi unggul 2-1 atas Arsenal.

Michael Ballack: Bayern Munchen ke Chelsea (2006)
Dia sedang berada di puncak karier, tetapi memutuskan buat meninggalkan Bayern setelah kontrak empat tahunnya di klubnya setelah Leverkusen itu usai. Dan Ballack jadi bagian integral Chelsea di lini tengah saat dia menjalani karier terbaiknya kala mengantar The Blues untuk pertama kalinya menembus final Liga Champions 2008. Setelah itu dia membantu klub memenangkan tiga Piala FA, satu Piala Liga Inggris dan Liga Primer Inggris pada akhir servisnya di Stamford Bridge.

Andrea Pirlo: AC Milan ke Juventus (2011)
Seorang gelandang ikonik, yang mengalirkan kesejukan dan kelasnya terangkat bersama Max Allegri sejak bersama I Rossoneri. Walau umurnya mulai uzur, Juventus masih bisa merasakan kehebatan Pirlo yang ikut membantu mereka merebut empat scudetto, juga Coppa Italia 2015. Dia adalah pemimpin di lini tengah dan meraih penghargaan Serie A Player of the Year 2012, 2013, dan 2014.

Paul Pogba: Manchester United ke Juventus (2012)
I Bianconeri sekali lagi menunjukkan bahwa mereka raja dari strategi merekrut pemain bebas transfer. Pogba tidak setuju dengan perpanjangan kontrak barunya di Old Trafford. Jadi dia memilih pindah ke Turin dan malah memenangkan empat gelar liga dalam empat musim, plus dua Piala Italia. Lalu Juventus lantas memulangkannya ke MU dengan membawa bayaran 89 juta Poundsterling.

Robert Lewandowski: Borussia Dortmund ke Bayern Munchen (2014)
Bisa saja Dortmund menjualnya lebih cepat buat dapat uang banyak, tapi Die Schwarzgelben masih ingin menggunakan jasanya hingga musim terakhir di Signal Iduna Park. Setelah gelar back-to-back dan double winner bersama klub lawasnya, Lewa tetap jadi bintang di Allianz Arena. Dia tak pernah berhenti mencetak gol, sekitar 90 buah diciptakannya dalam dua setengah musim untuk FC Hollywood, plus dua gelar liga, serta masing-masing satu Piala Jerman dan Piala Super Jerman.

Esteban Cambiasso: Inter Milan ke Leicester City (2015)
Nigel Pearson segera merekrutnya pasca dilepas Inter. Walau telah memenangkan segalanya di Italia, dia terbukti jadi inspirasi dalam kepemimpinannya ketika membantu The Foxes menetap di Liga Primer Inggris, setelah meraup 7 kemenangan dan sekali imbang dari 9 laga terakhir di musim 2014/15. Tapi dia malah memutuskan meninggalkan Leicester di musim panas 2015 dan kehilangan kans jadi bagian dari cerita yang lebih hebat, juara EPL 2015/16.

James Milner: Manchester City ke Liverpool (2015)
Dia tak pernah jadi pemain paling spektakuler, tapi Manchester City mendatangkannya dengan biaya 26 juta Poundsterling, meski setelah itu kepergiannya ke Liverpool tanpa menghasilkan tebusan. Adaptasinya di skuat The Reds dapat mengisi seluruh lapangan, dan telah menunjukkan fleksibilitas. So, kini siapa yang menurut Anda paling moncer sebagai pemain bebas transfer dari 12 nominasi di atas? Berikan alasan Anda lewat komentar di bawah ini yuk!