Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Sterling, Rutinitas Jelek Liverpool, serta Ancaman Jadi Tim Kecil

Sterling, Rutinitas Jelek Liverpool, serta Ancaman Jadi Tim Kecil

Sterling, Rutinitas Jelek Liverpool, serta Ancaman Jadi Tim Kecil

Agen Judi Bola, Liverpool – Saga kontrak Raheem Sterling dengan Liverpool dimaksud jadi cerminan ‘kebiasaan’ jelek club itu sepanjang bertahun-tahun terakhir. ‘Kebiasaan’ tersebut yang dipercaya bikin ‘Si Merah’ terancam jadi tim kecil.

Seperti sudah ramai di beritakan, Sterling serta Liverpool tidak kunjung menyetujui kontrak baru. Penawaran paling akhir dari club Merseyside itu beritanya ada di angka 100 ribu poundsterling untuk upah, tetapi tidak diterima Sterling yang disebut-sebut meminta lebih.

Pada prosesnya masalah semakin serius lantaran agen Sterling menyebutkan bahwa clientnya tidak bakal perpanjang kontrak berapapun upahnya. Alhasil hari esok pemain 20 th. itu semakin dispekulasikan serta dipercaya akan dilepaskan club musim panas ini.

Untuk Gary Neville, eks bek Manchester United yang saat ini jadi analis sepakbola, kondisi ini telah sering berlangsung di Liverpool. Sulitnya berkompetisi dengan tim-tim rival dalam perebutan gelar bikin beberapa pemain bintang pilih meninggalkan club, untuk memperoleh peluang juara tambah baik. Dengan selalu kehilangan pemain bagus, Anfield Gank juga terancam jadi tim kecil.

” Fakta pahitnya untuk club yaitu kondisi seperti ini telah 15 th. berjalan. Dalam soal mewakili pemain muda, kewajibannya semestinya membuat perlindungan serta mensupport mereka, melindungi kehormatan Anda, dan menjauh dari judul paling utama, ” catat Neville dalam kolomnya di Telegraph.

” Namun sudahkan Raheem Sterling betul-betul bikin Liverpool kecewa dengan menyebutkan dia ingin pergi, atau dia hanya seseorang bocah yang mau bermain sepakbola serta memenangi trofi. ”

Baca Juga : Pep : Bila Bayern Ingin Treble Tiap-tiap Musim, Mereka Telah Salah Memilihku

” Ada konteks yang semakin besar dalam cerita ini serta itu berpusat pada bagimana Liverpool telah beralih dari suatu kemampuan super Eropa jadi suatu club yang terancam jadi tim kecil, ” paparnya.